Arthasee menyimpan data pelanggan, riwayat kendaraan, dan catatan servis bengkel Anda di satu tempat — lalu memberi tahu unit mana yang sudah waktunya servis lagi. Sesederhana itu, dan sudah bisa dipakai hari ini.
Tidak ada yang dijanjikan di sini yang belum jadi. Semua bagian di bawah ini sudah berjalan, sudah diuji, dan sudah dipakai langsung oleh bengkel sungguhan — bukan demo.
Catat calon pelanggan yang belum jadi servis — harga kemahalan, pikir-pikir dulu, dll. Jadi daftar follow-up, bukan hilang begitu saja.
Simpan nama pelanggan, nomor STNK — bisa beda dari nama pelanggan — dan semua kendaraan yang pernah mereka bawa. Satu pelanggan, banyak kendaraan, tidak masalah.
Buat perkiraan harga sebelum kerja dimulai — belum menyentuh stok sama sekali sampai pelanggan benar-benar setuju.
Setelah disetujui, jadi pekerjaan nyata — daftar tugas, sparepart yang dipakai, semua tercatat berjalannya waktu, sesuai proses bengkel yang sebenarnya.
Setiap kendaraan masuk, catat kerusakan dan sparepart yang diganti. Riwayat tersimpan permanen — tinggal buka, langsung kelihatan pernah diapain saja mobilnya.
Nomor otomatis, rincian sparepart dan jasa, siap cetak untuk pelanggan. Sekali terbit, tidak bisa diubah-ubah lagi — angka yang tercetak aman.
Stok gudang otomatis berkurang persis saat sparepart benar-benar dipakai untuk servis — bukan belakangan, bukan tebak-tebakan.
Sistem otomatis menandai kendaraan mana yang sudah lewat 5.000 KM sejak servis terakhir — Anda tinggal lihat daftarnya dan hubungi pelanggan sendiri.
Setiap kendaraan otomatis dapat status — hijau berarti masih aman, kuning mendekati waktunya, merah sudah harus balik.
Kami lebih pilih jujur soal apa yang belum ada daripada menjanjikan sesuatu yang belum bisa dipakai. Ini nyata, tapi belum jadi.
"Pelanggan itu aset kami. Tanpa pelanggan dan sistem yang mengurus mereka, gudang dan montir sebanyak apa pun tidak ada gunanya."— I Made Sudarta, CV. Arya Motor, Batam